Wednesday, October 12, 2005

Kembalinya TNI ke Dalam Kehidupan Sipil

Tanggal 5 Oktober kemarin merupakan titik balik kembali dari TNI. Saat merayakan hari ULTAHnya Panglima TNI mengatakan bahwa TNI akan kembali mengaktifkan BABINSA demi membantu mendeteksi kelompok orang yang diberi julukan TERORIS.

BABINSA ini adalah lembaga teroganisir yang paling kecil milik TNI setelah KODIM (correct me if i'm wrong, udah lama tidak diskusi masalah beginian) dimana pada jaman SUHARTO menjadi mata dan telinga ABRI untuk mencari "para extrimis" kiri maupun kanan. Mereka beroperasi di level RT/RW di seluruh Indonesia.

Mana janji militer akan kembali ke barak ??? Apakah kita akan kembali menuju era "Big Brother" seperti jaman SUHARTO ??? Apakah ini memang desain TNI untuk kembali mengambil kekuasaan sipil, yang hingga kini terbukti tidak mampu menjalankan negara dan menjadi lebih korup ???

Saturday, October 01, 2005

KONSPIRASI TERROR OKTOBER

Malam ini tanggal 1 Oktober 2005 pada pukul 7-8 WIB telah terjadi ledakan bom di daerah Kuta dan Jimbaran, Bali. Bom meledak di 3 tempat (laporan terakir ada di 6 tempat di METRO TV) dan menewaskan serta melukai sejumlah turis asing dan domestik.

SEMOGA PENYUMBANG DANA, PEMIKIR AKSI DAN PELAKU MASUK KE NERAKA JAHANAM YANG PALING DALAM...

Siapa yang berani mengusik ketenangan bangsa ini, terutama ummat Islam, saat kita semua mulai memasuki era baru...era minim subsidi BBM dan persiapan menjelang bulan Ramadhan...yang pasti mereka adalah MAKHLUK-MAKHLUK BANGSAT, NISTA, HINA DINA...

My theory ???

pendananya adalah kelompok yang ingin mengguncang pemerintahan saat ini karena ambisi politik yang kelewat batas.
mereka merasa Presiden dan seluruh kabinetnya sedang dalam keadaan sibuk luar biasa (FLU BURUNG, BBM, GAM dll) sehingga satu masalah besar, seperti peledakan bom, akan memecah konsentrasi pemerintah dan semakin mudah memperlihatkan kepada publik bahwa Presiden dan kabinetnya sudah tidak kompeten dan sanggup menjalankan pemerintahan.

pemikir aksi adalah kelompok militer yang jengkel dengan aksi pemerintah...
...yang menandatangani kesepakatan damai dengan GAM, meminta TNI keluar dari bisnis-bisnisnya serta makin diragukannya versi sejarah G30S milik ABRI/TNI dan memberi angin serta simpati kepada anggota PKI. dengan dukungan intelijen, pengetahuan dan peralatan mereka merekrut serta memanipulasi calon pelaku kejahatan baik secara finansial maupun ide-ide.

pelaku aksi adalah orang gila...
...yang tidak punya pegangan dalam hidupnya, cukup sadis untuk menghilangkan nyawa sesama manusia. mereka bisa saja berasal dari manapun, baik dari Indonesia maupun dari luar negeri.

MY HEART WEEPS FOR THE DEPARTED SOULS,
MY TEARS DROPS FOR THIS NATION...

Sunday, September 25, 2005

Sebuah Tonggak Sejarah dalam Kehidupan

Semua orang pasti suka sejarah...karena setiap orang punya masa lalu, menjalani masa sekrang dan punya harapan akan masa depan...semuanya akan terekam dalam sebuah kata yaitu "sejarah".


Seperti sebuah sejarah suatu bangsa, ada saat-saat dan kejadian dalam hidup seseorang yang bisa sangat membanggakan atau malah sangat memalukan.

Sering kali suatu keberhasilan dan kebanggaan dinyatakan karena kualitas pribadi orang itu saja, tanpa mau melihat peranan orang sekitar atau lingkungan.

Namun lebih sering lagi kita mengajukan jutaan alasan tentang kegagalan dan kebodohan kita dalam menjalani hidup dengan melupakan fakta bahwa kita hanya manusia yang sering berbuat salah dan mengambil keputusan yang sembrono.

Hari ini, Minggu 25 September 2005, telah menjadi sebuah tonggak sejarah baru dalam kehidupan pribadi penulis. Saat harga BBM sudah pasti akan naik dan 4 hari lagi menuju gajian, hari ini penulis memberanikan diri bersama dengan keluarga meminang gadis pujaan hati yang telah dengan setia menemani penulis dalam kehidupannya selama 6 tahun 4 bulan 20 hari...

Alhamdulillah, pinangan penulis telah diterima...

Tuesday, September 20, 2005

Perlakukan Mereka Sebagai Kelompok TERORIS !!!

Musim pertandingan final bola datang...muncul lagi masalah kerumunan massa di Jakarta...

Ratusan, mungkin ribuan, orang datang ke Jakarta hanya untuk menonton 1 buah bola ditendang-tendang oleh 22 orang di lapangan hijau...

Melupakan segala masalah sehari-hari...bahkan:
- lupa belajar,
- lupa bekerja,
- lupa kalo tidak boleh nonton tanpa bayar karcis,
- lupa bahwa berkelahi bisa membawa kematian,
- lupa untuk menghormati hak orang lain untuk merasa tenang dan bebas dari bahaya...

Dari respon aparat keamanan di lapangan, yang penulis lihat di TV, masih terlihat kurang tegas dan berani untuk mencegah perkelahian ataupun aksi saling serang antar pendukung tim bola yang ada. Bahkan aparat tidak dilengkapi peralatan yang cukup untuk melindungi dirinya sendiri dari bahaya seperti perisai dan helmet.

Bagi penulis, massa seperti orang-orang ini yang tidak bisa dikendalikan sudah saatnya dianggap sebagai TERORIS...karena mereka sudah meneror rasa aman dan nyaman warga ibu kota.

Mereka juga telah meneror perasaan orang tua mereka, anak istri mereka, saudara-saudara mereka dengan membuat dirinya berada dalam keadaan yang berbahaya dan rawan kerusuhan.

Jika aparat kehilangan kendali atas situasi di lapangan, mungkin spanduk-spanduk di sekitar Gelora Senayan yang penulis lihat Selasa sore bisa menjadi mimpi buruk bagi kawasan sekitar Senayan (di spanduk tertulis bahwa FBR dan sebuah organisasi massa lainnya siap mengamankan tindak anarkis para suporter bola, bahkan bila perlu akan dihajar)

Jadi perlakukan mereka sebagai teroris...tangkap yang salah, gunakan segala cara termasuk pentungan, gas air mata dan water canon untuk menjaga situasi yang kondusif...

Saturday, September 03, 2005

Steve Jobs dan Apple

Dunia komputer selalu menjadi ketertarikan sendiri buat penulis. Dulu setelah SMA hampir milih untuk masuk Fakultas Ilmu Komputer UI tapi karena takut duluan sama programming (satu sisi dunia komputer yang paling tidak penulis sukai) akhirnya tidak jadi.

Bisa dibilang penulis hanya berani menjadi "pemakai" namun tidak berani menjadi "pembuat", namun hingga kini penulis selalu mencoba mengikuti perkembangan dunia komputer, terutama hardwarenya.

Salah satu sisi dunia komputer yang jarang penulis sentuh adalah hasil karya perusahaan Apple. Penulis belum pernah merasakan memakai OS dari Apple, komputer dari Apple atau bahkan mendengar musik dari sebuah iPod...

Apple kini lebih terkenal dengan iPod-nya, bukan komputer desktopnya, OSnya atau notebooknya (dalam artian jumlah penjualan di seluruh dunia). Namun penulis selalu mendengar adanya sekelompok orang yang "fanatik" dengan produk-produk Apple sampai mereka juga mengidolakan dan memuja para pejabat Apple. Salah satu "dewa" mereka adalah Steve Jobs.

Buat para fans Apple atau Steve Jobs kini ada buku biografi yang baru saja terbit dengan judul "iCon Steve Jobs: The Greatest Second Act in the History of Business" karya J.S. Young dan W.L. Simon.

Berdasar dari materi yang penulis sudah baca, belum semuanya, buku ini cukup bagus untuk mengenal seorang Steve Jobs dan bagaimana ia bisa merebut kembali posisi CEO Apple setelah ia dipecat dari perusahaan ini.

Jadi segera miliki buku ini untuk memperluas referensi anda tentang orang-orang yang telah melakukan revolusi di dunia komputer...

Hyper-Competition di Lebak Bulus

Jika kita saat ini melewati jalan dari daerah Pd.Indah ke Ciputat, pasti kita bisa melihat fenomena unik di daerah Lebak Bulus. Kita bisa sebut fenomena ini sebagai "Perang Besar Hipermarket Indonesia ke I".

Di sisi kanan jalan ada Carrefour, hipermarket asal Prancis dengan seragam merah-biru-putih, dan di sisi kiri jalan ada Giant, hipermarket asal Malaysia dengan seragam hijau-kuning.

Amunisi mereka berdua: perang spanduk persaingan harga produk termurah, biaya parkir pengunjung dan waktu operasional toko.

Yang diuntungkan: calon pembeli punya alternatif tempat belanja baru.
Yang dirugikan: pemilik toko kecil dan pasar di daerah sekitar Jakarta Selatan.
Yang salah: pemerintah yang tidak memperhatikan kondisi pedagang kecil di pasar-pasar, malah sering kali membakar pasar untuk mengusir para pedagang.

Friday, August 19, 2005

Listrik Dari Kita dan Untuk Kita

Sebuah ironi bagi bangsa yang baru saja merayakan Hari Kemerdekaannya...a total BLACK OUT di Jawa dan Bali 1 hari setelah 17 Agustus 1945...

SIAPA YANG MAU DISALAHKAN?
PLN / PERTAMINA / PGN / DPR / PEMERINTAH /MASYARAKAT ???

Jika masyarakat dan pemerintah tidak kreatif, kita semua akan berputar-putar terus pada roda setan retorika tersebut dan tidak menemukan penyelesaiannya dengan cepat.

Solusi yang tercepat adalah segera memberikan insentif bagi pengembangan dan implementasi alat pembangkit listrik independen dari tenaga alternatif.

Metode dan peralatan pembangkit listrik dari tenaga alternatif telah mengalami kemajuan yang sangat pesat, terutama yang berasal dari tenaga surya (solar system).

Setau penulis BPPT telah berhasil mengembangkan jaringan instalasi listrik tenaga surya yang telah digunakan di beberapa desa percontohan dan daerah kepulauan, dengan nama proyek "Solar Home System".

Pada awal Agusutus telah dipasang sistem "Photovoltaic Grid Connected" yang berfungsi sebagai pengkonversi energi tenaga surya menjadi arus listrik. Sistem ini akan dibangun di daerah perkotaan sehingga pengguna listrik tidak tergantung 100% kepada PLN.

(Info lanjut check out BPPT, LIPI Seksi Energi dan IPTEK Net)

Namun kedua proyek diatas akan susah berjalan jika hanya berharap pada dana Pemerintah. Belum lagi jika masih ada "tikus-tikus" di lembaga yang akan mengurusi proyek ini. Jadi untuk bisa berhasil Pemerintah harus "smart" dan taktis.

Sebagai contoh konkrit Pemerintah bisa memberikan insentif kepada para pengguna rumah di perkotaan, baik secara langsung ke pemilik rumah ataupun kepada developer perumahan, yang mau menggunakan teknologi ini. Jika hanya 1 atau 2 gedung/rumah yang pasang akan terasa mahal dan "return of investment"-nya lama. Namun jika dipasang di banyak tempat dan biaya ditanggung bersama akan terasa lebih murah.

Apa insentifnya bagi pengguna? Misalkan saja potongan pajak pribadi/perusahaan, potongan pajak IMB, potongan harga material bangunan perumahan, potongan harga listrik PLN/PAM dan masih banyak hal kreatif lain yang bisa ditawarkan kepada mereka.

Intinya Pemerintah jangan jalan sendirian dan masyarakat juga harus bisa ikut ambil peran yang lebih besar, dimulai dari pemakaian listrik yang lebih rasional dan terukur.

Keberanian untuk mengambil langkah yang drastis dan kerjasama yang baik antar instansi Pemerintah yang ada, menyangkut masalah insentif yang diberikan, harus terwujud dan dipertahankan agar krisis energi ini tidak berkepanjangan.

SALAM MERDEKA....
DARI KEGELAPAN DAN PEMADAMAN LISTRIK TOTAL !!!

Tuesday, August 09, 2005

Nice Try Armand...But Don't Push It

Ada yang nonton "RockStar:INXS" hari Senin kemarin ? dimana Armand dari GIGI mencoba nge-jams bareng INXS ?

Penulis cuma punya 1 komentar:
nice try but you're not the one INXS looking for...


Kalo dipikir-pikir para vokalis rock di negeri kita ini sudah berani nyanyi lagu dengan lirik Bahasa Inggris. Misalnya Superman Is Dead dan PAS Band pernah menyanyikan lagu berlirik Bahasa Inggris...sayang sekali kualitas pengejaannya (kerennya "pronounciation") jauh dibawah standar international.

Hal inilah yang dapat dilihat pas Armand nyanyi dengan INXS kemarin di O Channel. Gaya boleh heboh, vokal nggak tahu dia nyanyi apaan...pujian dari INXS ? it is just bussiness deal...and they are a bunch of nice guys...

Better stick with Indonesian song only is my advice for Armand...You rock enough in Indonesian...don't push your luck...

Wednesday, August 03, 2005

GUE LULUS.....JADI KARYAWAN TETAP AHM.....YIPPIEEE....!!!

Pluralisme Agama v.s. Kemurnian Agama

SEBELUM BACA INI, JERNIHKAN PIKIRAN ANDA...DAMAIKAN HATI...SIKAPI DENGAN DEWASA DAN TERBUKA...

Kita mau beragama atau tidak adalah keputusan diri kita sendiri...
Kita mau beragama apapun adalah keputusan diri kita sendiri...
Kita mau beragama secara murni atau hanya KTP adalah keputusan diri kita sendiri...

Intinya AGAMA adalah suatu hal yang bersifat sangat personal dan individual. Dari sekian banyak individual yang memiliki "pegangan" yang sama, akan terbentuk kelompok atau jamaah. Mereka telah sepakat dengan konsensus-konsensus tertentu, yang bisa berwujud Tuhan yang disembah, Kitab Suci, perilaku Nabi, hukum agama rumusan manusia dan ritual-ritual peribadatan.

MEREKA BERHAK MENGATAKAN BAHWA MEREKALAH KELOMPOK YANG PALING BENAR...MEREKALAH YANG AKAN MASUK SURGA SEMENTARA YANG LAIN AKAN MASUK NERAKA...JIKA...

MEREKA MAU DAN BISA MENOLAK HASRAT DAN KEINGINAN UNTUK MENGGUNAKAN KEKERASAN DEMI KEPERCAYAANNYA.

Tidak usah dipungkiri bahwa kita semua, apapun agama dan kepercayaan kita, pasti pernah mendengar ceramah atau kata-kata dari pemuka agama masing-masing yang menyalahkan kelompok agama lain, baik yang dianggap "sempalan" maupun yang berbeda sama sekali.

Penulis merasa hal diatas adalah wajar-wajar saja...

jika dalam hal politik, ekonomi dan budaya orang bisa berbeda pendapat secara ekstrim dan tak pernah menemukan 1 jawaban final, kenapa masalah agama yang sangat individual tersebut harus mencapai 1 kata sepakat dan pengertian...yaitu PLURALISME ???


TIDAK SEMUA AGAMA BENAR...
TUHAN SETIAP UMAT BERAGAMA TIDAK SAMA...
IDE PLURALISME ADALAH BODOH DAN IRRASIONAL...

Kita tidak akan bisa menemukan penyebab kenapa ada konflik antar umat beragama jika kita sudah menyamaratakan dan menafikkan perbedaan cara pandang antar umat beragama.

Perbedaan kepercayaan bukanlah suatu hal yang buruk...dengan berbeda manusia dituntut oleh Tuhannya untuk berpikir keras dan merenung tentang esensi dan pentingnya menjaga perdamaian antar mereka.

Dengan berbeda kita akan belajar untuk saling tenggang rasa, toleransi dan bekerja sama dalam hal-hal lain yang terlepas sama sekali dari ritual peribadatan masing-masing.

Jika memang semua agama itu dasarnya baik dan penuh kasih sayang, biarkanlah mereka menjaga kemurnian mereka dan jangan samakan satu dengan yang lain.

NO TO VIOLENCE IN THE NAME OF RELIGION...
NO TO DECEPTION AND LIES IN THE NAME OF RELIGION...
NO TO DICTATORSHIP IN THE NAME OF RELIGION...
NO TO RELIGION'S PLUARLISME...

PEACE MAY COME UPON US ALL,
HUMANKIND